Senin, 03 Mei 2010

A LETTER FROM GOD


Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atas sesuatu hal indah yang terjadi dalam hidupmu kemarin. Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi sekolah. Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di suatu tempat engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun, engkau membayangkan temanmu, pacarmu, dan kejadian menyenangkan yang membuat engkau tersenyum. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berfikir engkau ingin berbicara kepadKu, tetapi engkau berjalan kearah handphone dan meng-sms seorang teman untuk sesuatu hal.

Aku melihatmu ketika engkau pergi sekolah dan menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu. Sebelum makan siang, Aku melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja disekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lemah lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa.

Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu. Meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan tapemu tanpa memikirkan apapun, hanya menikmati alunan musik yang keluar. Kembali Aku menanti dengan sabar saat kau mendengarkan musik sambil menikmati makanan, tetapi engkau kembali tidak berbicara kepadaKu.

Saat tidur, Kupikir engkau terlalu lelah. Setelah kau mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tak lama kemudian...tertidur. Tak apa-apa karena Kupikir engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir di dekatmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah....engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini engkau akan memberiKu sedikit waktu.

Semoga harimu menyenangkan

BAPAmu

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu”

Pengkhotbah 12 : 1 a


Tidak ada komentar:

Posting Komentar