Senin, 07 Juni 2010

SEPAKBOLA INDONESIA

Seperti yang telah kita ketahui, bahwa olahraga sepakbola merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini dapat kita lihat dimana setiap propinsi di Indonesia telah memiliki persatuan sepakbolanya masing-masing. Ditambah lagi di Indonesia sudah melakukan kompetisi Liga Indonesia yang rutin dilakukan setiap tahun. Dengan beberapa fakta tersebut, seharusnya dan selayaknya Indonesia bisa menghasilkan kualitas pesepakbola yang diakui di mata internasional. Akan tetapi kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu masalah terbesar yang tidak kunjung selesai dari dulu sampai sekarang adalah kericuhan yang sering terjadi di lapangan pertandingan, kericuhan antar suporter atau bahkan antara pemain dengan wasit yang memimpin pertandingan. Kericuhan biasanya terjadi dalam kondisi dimana tim tuan rumah mengalami kekalahan atau dimana wasit mengambil suatu keputusan yang dianggap merugikan salah satu tim, padahal bisa jadi keputusan wasit itu benar, hanya saja tim yang merasa dirugikan tersebut tidak menyimak lebih seksama keputusan tersebut. Dengan kericuhan seperti ini, pastinya akan menghambat terciptanya iklim kompetisi yang baik untuk meningkatkan kualitas kompetisi itu sendiri.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas daripada pelatih sepakbola di Indonesia. Pelatih merupakan elemen yang penting dalam sebuah tim sepakbola, karena seorang pelatih mengatur jalannya strategi yang akan dilakukan pemainnya pada saat pertandingan. Selain itu seorang pelatih juga harus mampu melihat potensi yang ada dari para pemainnya untuk dapat disesuaikan antara strategi dengan potensi pemain yang ada. Hanya saja yang masih dikhawatirkan adalah belum terujinya kematangan pelatih Indonesia dalam mengambil peranan di klubnya masing-masing. Dapat diketahui bahwa masih dapat dihitung dengan jari pelatih yang telah mendapatkan lisensi kepelatihan dari badan sepakbola internasional. Tentunya hal ini dapat menyebabkan dampak yang kurang baik ke depannya, karena mungkin saja para pelatih yang belum mendapat lisensi tersebut melakukan sistem pelatihan hanya berdasarkan pengalaman saja, bukan berdasarkan standar kepelatihan yang semestinya, sehingga kualitas pemain yang dihasilkan pun tidak memenuhi standar.

Sabtu, 05 Juni 2010

IT Leader

Posisi IT Leader (pimpinan IT) merupakan prosisi strategis yang mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan IT di sebuah perusahaan. Pada penerapannya, tugas dan wewenang seorang pimpinan IT dapat saja berbeda di satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Nama jabatan dan struktur organisasi yang diberikan pun berbeda-beda. Beberapa perusahaan yang menempatkan IT sebagai bagian dari Critical Success Factor di perusahaan tersebut, acap kali menempatkan pimpinan IT pada level CIO (Chief Information Officer). Peran ini memberikan gambaran bahwa seorang pimpinan IT mempunyai tanggung jawab dan wewenang yang sangat tinggi dalam implementasi IT di perusahaannya. Ia pun dapat memegang posisi strategis yang ikut menentukan strategi IT perusahaan. Di beberapa perusahaan lain, posisi pimpinan IT dapat berupa IT Manager atau Head of Division, mungkin dengan tanggung jawab dan wewenang yang berbeda pula sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.
Pada era E-Business, peran seorang pimpinan IT menjadi semakin penting. Perusahaan yang sudah menerapkan E-Business, sedikit banyak telah menempatkan IT sebagai salah satu proses bisnis penting dalam kegiatan operasionalnya. IT dan situs web tidak hanya sebagai media informasi satu arah dari perusahaan kepada pihak luar, tapi seringkali dapat menjadi wadah interaksi dua arah antara perusahaan, media partner, dan juga target audiens. Lebih lanjut, bukanlah tidak mungkin jika sektor IT menjadi profit-center bagi perusahaan bahkan yang mempunyai core-business di luar sektor IT.

Hak Properti Intelektual

Hak kekayaan materi semakin terbatas akibat dari tekanan sosial dan budaya yang dilaksanakan sesuai dengan norma-norma sosial, dengan tujuan ke arah manfaat etis. Intelektual properti (IP) masih dinyatakan secara pasti
, melalui Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) Agreement, bagian dari WTO / GATT Uruguay Round Agreements, dengan
cara yang umum. Kontribusi ini berharap pada penggunaan hak kekayaan intelektual, memberikan perbedaan mendasar dengan hak harta benda, menimbulkan kesempatan untuk berlebihan seperti sewa-mencari kesalahan alokasi yang mungkin telah dibuat dan terus dilakukan, sehingga persepsi ketidakadilan fundamental intelektual hak milik seperti yang dilakukan di luar nilai-nilai sosial, yaitu, dalam secara etika tidak bermanfaat .
IP muncul berdasarkan pada pikiran manusia sendiri, berbeda dengan bahan hak milik yang terkait dengan peruntukan umum pada tenaga kerja. Oleh karena itu, struktur perlindungan IP tampak kaku dalam melindungi pemilik, setidaknya untuk jangka waktu yang ditentukan, sehingga mempertahankan insentif dalam membuat. Kekakuan ini, yang selama ini dipahami, mungkin menjadi pendorong untuk investasi lebih dimana tidak banyak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat karena kemungkinan penyewaan yang berlebihan yang tidak dapat diterima. Adopsi sistem hak kekayaan intelektual itu mungkin sebagai tanda bahwa intelektual mutlak kepemilikan properti. Sistem sudah dihambat oleh kedua negara liberal dan negara-negara berkembang. Yang mungkin diperlukan adalah pemahaman bahwa apa yang sedang diperjuangkan atas mungkin dapat berupa gejala daripada penyakit. Memang, dirasakan berlebihan mencari sewa peluang dapat menunjukkan pengembalian berlebihan investasi yang pada gilirannya dapat menunjukkan kesalahan alokasi sumber daya menjadi investasi yang kurang berharga . Jika saat ini sistem hak kekayaan intelektual menjadi sebuah gangguan - maka arus utama masyarakat mungkin perlu untuk bertindak, untuk memperbaiki, pada lingkunagn yang adil dan etis.

Komponen dasar Knowledge

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai knowledge. Dalam memahami dan menyelesaikan suatu permasalahan, masing-masing orang menyikapinya dengan cara-cara atau pun terminologi yang berbeda pula. Untuk memulainya dapat dilakukan dengan menggambarkan dan membedakan antara simbol, data, informasi dan knowledge.

Simbol merupakan tanda atau karakter baik berupa angka atau tanda baca lain. Simbol-simbol ini apabila disatukan dapat menjadi sebuah data, tetapi data- data ini belum dapat dipahami dengan baik oleh pengguna. Kumpulan dari beberapa data apabila disusun dan saling terkait dapat menjadi sebuah informasi yang dapat dipahami. Kemudian beberapa informasi tersebut apabila digabungkan dengan informasi lain yang saling terkait, dapat dijadikan suatu knowledge yang dapat pula dijadikan suatu sumber untuk kebutuhan strategis bagi perusahaan. Dengan adanya beberapa hal ini, maka sebuah knowledge dapat dibangun dengan baik. Sehingga dengan demikian, knowledge tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan strategis perusahaan.

Seorang manajer knowledge hanya dapat mengembangkan sebuah pendekatan yang terintegrasi jika mereka dapat mengidentifikasikan masing-masing yaitu data, informasi, dan knowledge. Disamping itu mereka juga perlu saling menghubungkan diantara ketiganya. Apabila mengalami kegagalan dalam menghubungkan ketiganya akan berpengaruh kepada kelangsungan proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Departemen teknologi informasi sealu bertanggung jawab hanya pada sisi strukturisasi serta pemeliharaan data dan informasi. Staff training bertugas untuk melatih kemampuan serta keahlian masing-masing individu dan departemen penelitian dan pengembangan bertanggung jawab pada inovasi produk. Pemisahan fungsi seperti ini akan berdampak pada buruknya koordinasi diantara masing-masing area.

Dasar Dari Knowledge

Keahlian masing-masing individu dalam perusahaan sangatlah penting dan vital bagi perusahaan yang berbasiskan pada knowledge. Kemampuan untuk mentransformasikan data menjadi sebuah knowledge dan menggunakannya untuk memperoleh keuntungan bagi perusahaan menjadikan karyawan pada perusahaan tersebut sebagai agen utama bagi knowledge perusahaan. Dasar bagi suksesnya kegiatan perusahaan berdasarkan pada kemampuan dalam mengumpulkan beberapa elemen dalam knowledge tersebut.

Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan berdasarkan kepada kemampuan interaksi pada masing-masing fungsi bisnis dan partisipan dalam perusahaan tersebut. Perencanaan serta penerapan dapat mengaitkan atau melibatkan sebagian besar karyawan mulai dari keuangan, manajemen atas, personal trainer, manajemen gedung dan lainnya. Apabila sukses dalam bekerja sama secara produktif, maka perusahaan akan mendapatkan sebuah kompetensi dari sekumpulan elemen-elemen yang saling terkait tersebut.

Sebagian besar knowledge dari perusahaan tersimpan di dalam benak atau pikiran dari karyawan perusahaan tersebut. Pegawai dengan keahlian maupun kemampiuan yang tinggi merupakan berperan besar dalam membangun knowledge. Manajer harus mengingat bahwa karyawan merupakan produsen dan pemilik dari aset non material.

Bagi perusahaan yang intensif pada knowledge secara berhati-hati melalkukan pemeliharaan aset sebagai sebuah kegiatan yang sangat vital. Sebuah tren dimana seorang karyawan bekerja lebih menggunakan akal dan pikiran mereka dibandingkan dengan hanya menggunakan tenaga saja akan terus berlanjut.

Seorang karyawan yang memegang peran kunci yang sangat penting, dimana karyawan tersebut menjadi peran sentral dari sebuah proses bisnis. Akan menjadi dampak yang sangat buruk apabila karyawan tersebut pada suatu saat meninggalkan perusahaan dan tanpa persiapan dan pengganti yang memadai sulit untuk mencari pengganti guna mengisi kekosongan tersebut. Maka dari itu perlunya perusahaan untuk mendokumentasikan knowledge yang ada pada perusahaan tersebut, guna mengantisipasi hal tersebut.

Dalam mengantisipasi hal tersebut perusahaan harus dengan aktif untuk mengumpulkan dan menyusun setiap knowledge yang ada dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing karyawan, yang berfungsi sebagai aset penting bagi perusahaan yang bersifat non materi.

Berbagi Pengetahuan

Ada berbagai macam alasan yang menyebutkan kenapa knowledge penting untuk dapat di-share ke dalam setiap elemen suatu perusahaan. Penyebaran knowledge dapat mempersingkat waktu dalam memasarkan produk baru melalui proses yang dilakukan oleh grup pengembang.

Penyebaran knowledge juga penting bagi masing-masing individu. Hal ini disebabkan untuk memastikan dan mengetahui siapa saja yang memiliki informasi yang pasti. Hal ini akan memberikan damapak yang positif bagi perusahaan, dimana masing-masing individu akan berpandangan bahwa mereka memberikan konrtribusi bagi perusahaan.

Dalam penyebaran knowledge, dibutuhkan pula adanya trust atau unsur kepercayaan dikarenakan sebagai dasar untuk melakukan monitor atau verifikasi terhadap setiap informasi yang ada pada suatu perusahaan. Dan trust memiliki peran yang penting dalam penyebaran knowledge yaitu sebagai sesuatu yang harus pertama kali dimiliki dan sebagai konsekuensi dari knowledge tersebut.
Trust dapat dilakukan diantara orang-orang yang terlibat dalam penyebaran knowledge. Sangat sulit dalam menggambarkan trust tersebut beroperasi diantara grup atau organisasi dikarenakan informasi yang sulit untuk dikontrol kemungkinan akan menimbulkan sebuah pesaing baru di masa yang akan datang.

Trust dapat mempengaruhi penyebaran knowledge secara langsung maupun tidak langsung. Trust dapat dilakukan melalui penyebaran knowledge untuk memberikan dampak peforma dari suatu organisasi. Ketika trust tersebut telah timbul, maka setiap orang dengan sendirinya akan mau terlibat dalam menyebarkan knowledge yang berguna bagi kelangsungan perusahaan.

Sangat penting bagi beberapa grup yang ada di perusahaan untuk dapat saling percaya satu sama lain. Salah satu cara yang dilakukan adalah menyebarkan knowledge secara transparan dan dapat diketahui secara luas oleh masing-masing elemen dalam perusahaan yang terlibat. Komunikasi yang dilakukan secara terbuka dan informasi yang diberikan sudah jelas dapat membuka jalan untuk mewujudkan kepercayaan dalam penyebaran knowledge itu sendiri. Gosip merupakan bentuk dari penyebaran knowledge dan tidak selalu mencerminkan apa yang ingin disampaikan oleh si pembicara, melainkan apa yang ingin didengarkan oleh pendengar. Dalam relasi yang ada pada perusahaan unsur kepercayaan merupakan cara untuk penerimaan knowledge.

Trust dapat dihubungkan langsung pada berbagai macam sikap dan tingkah laku atau pun pada kualitas dari suatu hubungan. Beberapa peneliti menghubungkan trust dengan hasil dari penyebaran knowledge dapat meningkatkan performa dari suatu grup dan meningkatkan pendapatan. Maka hubungan antara trust dengan kualitas dari suatu relasi perusahaan dapat memberikan dampak pada perusahaan yaitu dapat lebih kompetitif dalam menghadapi persaingan.

Apabila seseorang lebih senang untuk beralih ke orang yang lain dibandingkan mendokumentasikan sebuah informasi, maka akan dapat dilihat seberapa besar hubungan antara sebuah relasi dengan penyebaran knowledge. Suatu relasi sangat penting untuk dapat memperoleh informasi, bagaimana cara pengerjaan suatu tugas pekerjaan dan bagaimana penyelesaian dalam memecahkan suatu permasalahan yang kompleks.

Untuk memaksimalkan knowledge, digunakan dalam lingkungan praktis yang berbeda, hal ini disesuaikan dengan kegunaan dari masing-masing sektor. Dalam menggunakan knowledge, diperlukan suatu pembelajaran yang berkelanjutan sehingga proses pembaharuan knowledge dapat berlangsung dengan baik dan penggunaan knowledge tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi perusahaan sekarang. Untuk dapat memaksimalkannya perlunya struktur knowledge yang didukung dengan kompetensi yang ada pada perusahaan tersebut.

Basis Knowledge

Dalam menghadapi tantangan persaingan, sebuah perusahaan harus melakukan usaha untuk menjadikan knowledge sebagai sebuah sumber daya yang perlu dikelola. Knowledge perlu dikelola atas dasar supaya setiap elemen yang terkait di dalam sebuah perusahaan dapat memberikan setiap knowledge untuk disusun secara terstruktur, sehingga diperoleh sebuah basis knowledge bagi perusahaan tersebut.
Pertama kali sebuah perusahaan memperoleh data-data yang berasal dari fakta yang terjadi. Setelah beberapa data terkumpul, kemudian disusun untuk kembali untuk dijadikan sebuah informasi berdasarkan pada data yang ada. Kemudian informasi tersebut dikumpulkan dan dikelompokkan sesuai dengan kategori-kategori yang jenis knowledge-nya sama. Kemudian knowledge yang ada digunakan oleh perusahaan, baik bagi individu-individu maupun tim guna menunjang kinerja dari masing-masing sesuai dengan deskripsi pekerjaan serta sasaran yang ingin dicapai. Knowledge ini kemudian terus dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi bagi perusahaan dengan melakukan pembelajaran dan penyesuaian dengan lingkungan perusahaan untuk memperkaya knowledge yang dijadikan dasar bagi perusahaan.

Perihal Knowledge

Knowledge merupakan salah satu faktor pendukung bagi perusahaan sebagai modal untuk survive dalam suatu persaingan industri yang semakin ketat. Suatu perusahaan secara mau tidak mau dipaksa untuk lebih menggunakan sebuah knowledge yang terdapat pada pikiran dari masing-masing karyawan dan itu merupakan tantangan bagi perusahaan. Pada teori manajemen yang baru mengatakan bahwa lebih menguntungkan menginvestasikan sejumlah knowledge aset dibandingkan dengan menghabiskan sejumlah dana untuk membeli beberapa aset secara material.

Sebuah perkembangan dalam teknologi komunikasi telah membawa perubahan dalam meningkatkan pentingnya arti dari sebuah knowledge. Pada industri modern setiap perusahaan yang telah menerapkan sebuah pengelolaan knowledge pada proses bisnisnya telah berhasil dalam meningkatkan profit dan sukses dalam sisi finansial sehingga dengan sendirinya mengingatkan mereka bahwa hal penting yang paling mendasar adalah knowledge sebagai salah satu sumber daya.

Beberapa perusahaan telah membentuk suatu posisi baru, diantaranya yaitu Direktur Knowledge, Direktur Intelektual atau Knowledge Asset Manager. Tugas umum yang dilakukan oleh mereka adalah bertanggung jawab dalam merespon setiap tantangan yang kian hari kian meningkat pada lingkungan perusahaan sehingga dengan meningkatkan pengaturan dari aset intelektual dapat menjadikan keuntungan dalam menghadapi lingkungan kompetitif.

Situasi yang ada saat ini dalam mengelola knowledge secara struktural semakin kompleks dibandingkan dengan yang ada beberapa tahun yang lalu, dimana setiap perusahaan harus menggunakannya. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan knowledge yang secara signifikan, penambahan dimana knowledge itu dikelompokkan, dan pertumbuhan dari globalisasi.

Pertumbuhan jumlah knowledge secara keseluruhan menyebabkan dibutuhkannya keahlian khusus untuk mengelolanya dengan disiplin ilmu tertentu. Pada tahun-tahun yang lalu, setiap orang dengan disiplin ilmu yang berbeda yang memiliki pengertian umum tentang sebuah penelitian dapat memasuki setiap lingkup area dari penelitian tersebut. Akan tetapi dengan kondisi sekarang, walaupun hanya satu objek yang diteliti, orang-orang dengan keahlian khusus yang berbeda-beda dapat menimbulkan masalah dalam memahami objek tersebut.
Ekonomi global yang terus berlanjut telah membawa perubahan knowledge ke arah globalisasi. Semua perubahan yang terjadi memberi arti bahwa pada saat sekarang menjadi mustahil untuk mengetahui semua jenis produk, produk-produk yang tersedia, teknologi untuk produksi atau pun pola dari keunggulan kompetitif dari setiap negara. Hal ini dikarenakan telah menyebarnya knowledge, tidak terpusat pada satu sumber knowledge saja. Sebagai contoh, pada awal tahun 1970-an, Amerika Serikat telah menghasilkan lebih dari 70 % teknologi-teknologi baru yang digunakan oleh hampir setiap negara di dunia. Sekarang, pusat dari penelitian dan pengembangan teknologi telah tersebar ke beberapa negara. Sebagai contoh, negara India saat ini menjadi salah satu negara pengembang perangkat lunak terbesar. Dengan fakta ini membuktikan bahwa suatu knowledge tidak hanya terpusat di satu negara.

Beberapa perusahaan menganggap peningkatan secara kompleks pada suatu lingkungan sebuah knowledge adalah sebuah ancaman, dikarenakan pengembangan yang dinamis pada knowledge tersebut dapat diperoleh sebuah kesempatan untuk melakukan persaingan. Perusahaan yang selalu melakukan inovasi dalam proses bisnisnya akan menemukan cara bahwa mereka dapat meningkatkan value dari produk mereka yang mana hanya memiliki fungsi dasar sederhana dengan membentuk mereka menjadi lebih intensif terhadap knowledge. Hal ini dapat diartikan bahwa sebuah produk dapat beradaptasi dengan sendirinya pada sebuah situasi yang berubah, atau pun mengumpulkan dan menyimpan informasi dan mengimplementasikan untuk memperoleh keuntungan bagi si pengguna.

Banyak perusahaan yang mencoba untuk membangun dan menerapkan sebuah teknologi lebih canggih dalam proses produksi mereka untuk mengakomodir adaptasi dengan lingkungan yang berubah, sehingga proses adaptasi tersebut dapat dilakukan dalam waktu yang relatif cepat. Konsep seperti ini sangat diperlukan dalam mengelola knowledge, dimana berguna untuk mengkinikan (update) knowledge yang sudah ada sebelumnya dengan perubahan situasi kompetisi yang ada disekitar perusahaan, sehingga dapat menghadapi persaingan dan tetap survive.

Apabila sebuah perusahaan yang berbasiskan pada pengelolaan knowledge yang baik beroperasi pada sebuah lingkungan yang intensif pada knowledge, hal ini dapat memungkinkan bahwa kompetensi yang ada pada perusahaan tersebut dapat berkembang secara dinamis dengan sendirinya dan juga dapat terbentuk sebuah kesempatan strategi baru yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam mengembangkan proses bisnisnya.

Senin, 03 Mei 2010

TEGAR BERKAT SENTUHAN TUHAN

Diceritakan bahwa ada seorang aktris ternama dari Prancis bernama Eve Lavallier yang sangat terkenal pada masanya, merasa hidupnya sangat tertekan. Ia merasa semua orang tidak menghargainya lagi, dan Tuhan mungkin telah meninggalkannya. Pada suatu malam ia pergi ke suatu jembatan sungai Seine di kota Paris untuk bunuh diri. Ia mau menerjunkan dirinya dari atas jembatan itu ke dalam sungai. Pada saat itu tiba-tiba lewat seseorang yang tidak dikenalnya. Tetapi orang itu rupanya mengenal sang aktris. Orang itu menyapa dengan ramah dan mengatakan bahwa ia sangat bahagia bisa bertemu pada malam itu dengan aktris drama terkenal. Selanjutnya orang itu berkata,”Saya seorang fans yang fanatik dari anda. Hampir semua drama yang anda perani sudah saya tonton. Setiap kali sehabis saya nonton drama anda, saya merasa diteguhkan untuk lebih tegar dalam menjalani hidup ini!”.

Sesudah itu orang yang tidak dikenal itu berlalu begitu saja, tetapi aktris drama itu tiba-tiba terhenyak, seolah-olah ia menemukan kembali semangat hidupnya. Ia berbisik dalam hatinya:”Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengirimkan orang itu tepat pada waktunya, atau mungkin Engkau sendiri yang datang untuk meneguhkan hamba-Mu yang lemah ini...

Bersyukurlah Senantiasa

Selalu bersyukur? Memangnya gampang? Alih-alih bersyukur, mengeluh senantiasa itulah kebiasaan kita. Manusia tidak pernah puas, begitulah yang sering kita dengar. Benarkah ada banyak hal yang dapat kita syukuri? Selama ini kita cenderung hanya mensyukuri hal-hal yang membuat kita bahagia dan senang. Sementara banyak berkat-berkat kecil yang terlewatkan begitu saja, karena kita menganggapnya sebagai yang seharusnya (we take for granted). Kita dapat mengawali hari kita dengan mengucap syukur atas hari yang baru, atas matahari yang dengan setia terbit tiap pagi. Kalaupun pagi itu hujan, tentunya tidak berkurang syukur kita. Tiba di kantor atau tujuan kita yang lain, kita bersyukur atas perlindunganNYA dalam perjalanan kita. Berjumpa dengan teman-teman, kita merasakan indahnya persahabatan. Sering kita lupa, betapa beruntungnya kita mempunyai orang tua yang mengasihi kita, yang mencintai kita tanpa syarat, yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk kita.. Kita mempunyai saudara-saudara yang memperhatikan; tempat berbagi cerita, suka dan duka. Juga ada guru/dosen yang telah membagikan ilmunya kepada kita. Kalau kita sakit, kita bertanya kepada TUHAN, mengapa kita diberi penyakit? Sedangkan kalau sehat, kita jarang mensyukurinya. Bersyukurlah kepada TUHAN karena organ-organ dalam tubuh kita bekerja dengan baik tanpa kita perintah. Panca indera kita membantu kita untuk melihat, merasakan, mendengar dan mencium indahnya ciptaan TUHAN (yang hanya kadang-kadang kita syukuri). Kita sering mengeluh pekerjaan kita membosankan, gajinya kecil padahal tanggung jawabnya besar, atasan kita menyebalkan, dst, dst. Kita lupa bahwa masih banyak saudara kita yang menganggur di luar sana. Kita membuang-buang makanan (karena mengambil terlalu banyak, tidak disimpan dengan baik sehingga menjadi rusak/busuk, dsb) sementara beribu-ribu orang di negeri ini tidak mampu makan dengan layak. Kita merasa iri dengan tetangga atau teman kita karena rumah mereka lebih bagus dan nyaman dibandingkan rumah kita dan tidak bersyukur bahwa kita punya tempat untuk beristirahat dengan nyaman setelah beraktivitas seharian.

Sebagai orang Kristiani kita sering tidak menyadari bahwa melalui pembaptisan kita telah diangkat sebagai Anak Allah, telah diselamatkan oleh wafat Kristus di kayu salib. Menerima kehadiran Kristus sendiri dalam Sakramen Maha Kudus pun, begitu-begitu saja, nothing special. Makan roti biasa saja tanpa penghayatan bahwa Kristus benar-benar hadir dalam diri kita. Sakramen Pengakuan Dosa juga cuma sekedar rutinitas saja menjelang hari raya Natal dan Paskah. Jadi mengapa kita harus bersyukur? Apa untungnya? Karena dengan bersyukur kita menyadari sungguh besar kasih Allah kepada kita. Dengan demikian kita dapat semakin merasa dekat denganNYA, dapat berbagi beban denganNYA (bdk Mat 11:28). Dengan bersyukur berarti kita menerima semua hal yang kita syukuri tersebut. Penerimaan kita ini merupakan salah satu cara kita untuk membalas kasih Allah. Dengan penerimaan ini pula, kita dapat beroleh damaiNYA. Dengan menerima peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, kita tidak lagi membuang-buang energi untuk menyalahkan orang lain (bahkan TUHAN), iri atas kebahagiaan orang lain, membuat rencana buruk terhadap orang lain, dsb yang malah membuat kita tidak tenang.

Hidup Hanya Sebuah Perjalanan

Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat dimana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati.

Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk

menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri."

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri. Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani dan pelayanan kita.

Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tak mampu memutar mundur waktu atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Maka, sempatkanlah untuk memikirkan barang sejenak

apa yang akan kita lakukan apabila kita mati besok.

Atau apa yang akan kita lakukan jika kita meninggal dalam waktu seminggu? Sebulan? Setahun? Sepuluh tahun? 40 tahun lagi? Bukankah suatu hal yang menyenangkan sekaligus menyeramkan mengetahui kapan kita akan mati? Tapi, itulah -- kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu...

Jalanilah hidup yang seimbang - Belajarlah untuk menghormati dan menikmati kehidupan, dan yang terutama: Mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup ini.

Perhatikan Huruf-Huruf Kecilnya


“BELI MOTOR DAPAT MOBIL”

Kamu tertarik dengan iklan semacam ini? Iklan semacam ini tertulis dengan huruf-huruf besar di Koran-koran atau dibrosur. Siapa yang tidak tertarik dengan iklan seperti itu. Ternyata iklan itu tidak menipu. Hanya saja, informasinya kurang lengkap. Karena itu, kalau kamu membaca iklan, harap tidak hanya membaca huruf-huruf besarnya saja. Tetapi bacalah juga huruf-huruf kecilnya. Ternyata huruf-huruf kecilnya tidak seindah huruf besarnya.

Kalau kita membaca huruf-huruf besarnya saja, dunia ini memang tampak indah, nikmat dan memikat. Seperti bila kamu masuk ke pusat-pusat perbelanjaan di kota besar. Wah, semuanya serba terang dan cemerlang, serta rapi dan menarik. Namun, itu hanya huruf-huruf besarnya. Sebab bila kamu mau memperoleh benda-benda yang memikat hati itu, maka bacalah angka-angka pada label harganya. Biasanya ditulis dengan huruf kecil.

Apabila kamu menerima tawaran yang menarik, jangan hanya memperhatikan huruf-huruf besarnya, tetapi perhatikanlah terutama huruf kecilnya. Sebab di dalam huruf-huruf kecil itulah, biasanya tertulis berapa harga yang harus kamu bayar.

Ini juga pengalaman Yesus di padang gurun. Ketika Ia dicobai oleh Iblis. Ia mendapat tawaran manis yang ditulis dengan huruf-huruf besar. “Semua itu-itu berarti semua kerajaan dunia dengan segala kemegahannya-akan kuberikan kepadaMu…” Tidak ada via dolorosa. Tidak ada penderitaan. Tidak ada salib. Tawaran yang menarik. Namun Yesus tidak segera tertatik. Ia mau mendengar dulu huruf-huruf kecilnya. Berapa harga yang Yesus harus bayar untuk itu? ”Jika Engkau sujud menyembah aku.”

“SEMUA INI AKAN KUBERIKAN KEPADAMU!”(Suara keras)

“Jika Engkau sujud menyembah aku” (bisik-bisik) Iblis tahu persis bahwa dunia ini ada dua tipe pembeli.

Tipe pertama adalah orang yang berhati-hati. Ada tawaran. Menarik. Tertarik. Tapi ambil kalkulator dulu. Dihitung-hitung dulu. Apakah harganya memang pantas dengan barang yang akan diperoleh. Jaket gratis memang menarik.

Tapi kalau untuk mendapatkan jaket itu saya harus membeli sebuah sepeda motor, ya tunggu dulu. Tipe yang pertama adalah tipe orang yang tidak hanya tertarik kepada huruf-huruf besar, tetapi juga memperhatikan huruf-huruf kecil.

Tapi ada tipe yang lain. Yang kedengarannya aneh, namun orang-orang seperti ini semakin banyak saja. Orang-orang yang tidak peduli pada huruf-huruf kecil. Pokoknya dapat. Dunia dengan segala kemegahannya. Berapa pun harganya, bayar. Menyembah iblis juga tidak apa-apa.

Akibatnya? Memang semakin banyak orang yang bergemilang dalam kemegahan dan kemewahan dunia ini. Namun serentak dengan itu? Semakin banyak pula orang yang menyembah iblis, yang menaklukkan dan memperhambakan diri kepadanya. Orang-orang yang mempunyai lebih banyak, tetapi tidak menjadi lebih baik.

"Iman dalam kehidupan"

oleh Eka Darmaputera

Talenta

Talenta adalah ukuran berat. Seperti kilogram atau pon atau kati. Jadi satu talenta emas tentu berbeda nilainya dibandingkan dengan 1 talenta perak, misalnya. Pada zaman Yesus, yang dijadikan patokan bisanya adalah 1 talenta perak. Satu talenta perak, nilainya kurang lebih 360.000 rupiah.

Dalam perumpamaan Yesus, ada orang yang diberi 5 talenta. Artinya, kurang lebih 1.800.000 rupiah. Ada juga orang yang diberi 2 talenta, 720.000 rupiah. Dan kemudian ada yang diberi 1 talenta, 360.000 rupiah.

Dibandingkan dengan 5 atau 2 talenta, 1 talenta tentu saja tidak terlalu besar. Tapi harus kita akui, 360.000 rupiah bukanlah jumlah yang kecil. Satu talenta adalah jumlah yang lumayan. Jumlah yang cukup.

Setiap orang memang diberi talenta yang berbeda-beda. Ada yang 5, ada yang 2, ada yang 1. Tapi tidak ada yang tidak diberi apa-apa. Bahkan yang mendapat talenta paling kecil pun, sebenarnya mendapat cukup, 360.000 rupiah. Jadi, jangan pernah kamu katakan bahwa kamu tidak memperoleh apa-apa. Jangan pernah kamu katakan kamu tidak mempunyai apa-apa. Tidak bisa apa-apa. Kamu mungkin hanya mempunyai sedikit, tetapi cukup.

Sam Foss adalah seorang pengarang Inggris yang terkenal. Ia gemar sekali bertualang. Pada suatu hari, ia kecapekan dan kehausan di tengah hutan. Ketika beristirahat, matanya tertuju kepada sebuah papan tua penunjuk jalan. Disitu ada anak panah dan sebuah tulisan: “Silakan mampir dan menikmati air sejuk!” Come in and have a cool drink.

Ia mengikuti arah yang ditunjuk oleh anak panah itu. Dan tiba pada sebuah mata air yang amat jernih serta sejuk. Setelah minum, kemudian ia duduk. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada sekeranjang apel hutan. Ada lagi tulisan di keranjang itu. “Silakan ambil”. Help yourself.

Rasa ingin tahunya menjadi-jadi. Pasti ada orang yang melakukan semua itu. Siapa?

Ternyata ada sepasang suami-istri tua yang tinggal disitu. Ketika ditanya mengapa, mereka menjawab, “Kami terlalu miskin untuk mengundang dan menjamu anda di rumah kami. Tapi kami ingin berbuat sesuatu.”

Sepasang suami-istri tua ini mungkin hanya diberi 1 talenta. Tetapi ternyata sudah cukup untuk berbuat sesuatu yang bermakna dan berguna.

Oleh karena itu, persoalannya, bukanlah berapa besar talenta yang kamu miliki, tetapi bagaimana memanfaatkan sebaik-baiknya apa yang kamu miliki itu. Untuk apa orang yang memiliki 10 jam sehari tetapi tidak memanfaatkannya? Lebih baik orang yang hanya punya ½ jam namun memanfaatkannya dengan baik.


SANGKAR BURUNG KOSONG


Ada seorang bernama George Thomas, seorang pastor di kota kecil New England. Pada hari Paskah pagi, ia bersiap mempersembahkan misa di suatu tempat agak jauh dari kota. Ia membawa sebuah sangkar burung kosong yang sudah reyot, kotor tak terurus, dan menepatkannya di dekat altar. Alis umatnya mulai terangkat, dan mereka mulai bertanya-tanya. Dalam kotbahnya Sang Pastor mulai menjelaskan tentang sangkar burung tersebut. Dalam perjalanan saya ke sini tadi, saya bertemu dengan seorang anak kecil melangkah berlenggang sambil mengayun-ayunkan sangkar burung ini. Di dalamnya terdapat 3 ekor anak burung liar, meringkuk kedinginan dan ketakutan. Saya berhenti dan bertanya kepada anak tersebut : Apa yang kamu bawa, anakku?? Jawab anak itu:?Ah, cuma burung-burung kecil? Apa yang akan kamu lakukan terhadap burung-burung kecil itu?? Akan saya bawa pulang dan saya pakai mainan. Saya suka mencabuti bulunya, dan pasti mereka akan ribut kesakitan. Ramai. Pasti ramai dan menyenangkan. Ya, tapi kan cuma sebentar. Burungnya kecil, pasti bulunya cepat habis. Lalu kalau sudah habis, mau kamu apakan lagi?? Saya punya dua ekor kucing di rumah. Mereka sangat suka makan burung. Apalagi burung kecil begini. Lucu kan melihat burung-burung yang sudah tidak berbulu mencoba menghindar dari kucing. Tapi pasti kucingku akan dapat memakan mereka dengan mudah. Saya terdiam sesaat, lalu saya tanyakan pada anak itu lagi: Anakku, bolehkah saya beli burung-burung itu?? Anak tersebut menatap saya dengan tercengang, lalu jawabnya: Bapak jangan main-main. Siapa yang mau burung liar begini?? Berapa?? Bapak, burung ini liar, tidak dapat bernyanyi, tidak indah. Ini burung biasa, tidak ada istimewanya. Apa menariknya untuk Bapak?? Berapa?? Si Anak memandang saya dengan tajam, lalu sambil tersenyum menantang katanya: Sepuluh dollar. Saya uluran uang sepuluh dolar kepadanya, dan ia-pun lalu meninggalkan sangkar burungnya dan segera lari menghilang sambil berteriak-teriak kegirangan. Saya lalu melanjutkan perjalanan ke sini. Sesampai di suatu tempat yang agak rimbun, banyak pohon dan perdu, saya berhenti lagi, dan saya lepaskan ketiga anak burung tadi. Nah, sampai disini, jelaslah sudah hal ikhwal kandang burung yang diletakkan di atas latar ini.

Kemudian Sang Pastor melanjutkan kotbahnya sebagai berikut: Suatu hari, Setan dan Yesus ngobrol berdua. Setan baru saja datang dari Taman Eden dan lalu menyombongkan diri, katanya: Sus, aku baru saja menguasai sebuah dunia yang penuh dengan manusia. Aku sudah siapkan berbagai bujukan bagi mereka dan pasti mereka tidak akan dapat menghindar. Pasti mereka akan termakan dengan segala tipu dayaku. Tanya Yesus kepadanya: Akan kau apakan mereka?? "Pokoknya aku akan menikmati semuanya. Pasti mengasyikkan. Aku akan membujuk mereka supaya kawin cerai, saling selingkuh, saling membenci, saling mencederai dan saling bunuh. Aku akan membujuk mereka untuk menjadi pemabuk, perokok, saling caci, saling hujat. Aku akan membantu mereka untuk menemukan dan merakit bom agar lebih mudah bagi mereka untuk saling bunuh. Terus, kalau sudah begitu, apa yang akan kamu lakukan?? kata Yesus sabar. Aku akan binasakan mereka. Berapa yang kamu minta untuk menebus mereka? ? Tanya Yesus. Jangan bercanda. Kamu tidak akan suka mereka, Sus. Mereka itu tidak baik. Kenapa kamu tertarik dengan mereka? Aku yakin mereka akan membenci kamu! Mereka akan meludahi kamu, mencercamu, dan bahkan akan membunuhmu. Yakinlah, kamu tidak akan tertarik dengan mereka. Berapa?? tanya Yesus lagi, lebih mendesak setan menatap Yesus tajam, lalu katanya sinis: Murah, cuma cukup air matamu dan darahmu. DAN YESUSPUN MEMBAYARNYA TUNAI. Sang Pastor pun mengakhiri kotbahnya.

Illustrasi Wortel, Telur dan Kopi


Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik.

Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?" Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu." "Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?." "Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."

Allah Bapa Seperti Pemulung



"Ada satu hal di mana TUHAN tidak berkuasa untuk melakukannya" TUHAN tidak berkuasa untuk tidak menepati janjiNYA. Ia begitu setia akan janjiNYA.(Mazmur 12:7)


Suatu hari Guru sekolah minggu memberikan tugas kepada murid-muridnya: Seperti apa Allah Bapa itu? "Untuk mudahnya, kalian harus melihat Dia sebagai seorang Bapa.. seorang papi," ujar guru tsb.
Minggu berikutnya, guru tsb menagih PR dari setiap murid yang ada. "Allah Bapa itu seperti Dokter!" ujar seorang anak yang papanya adalah dokter. "Ia sanggup menyembuhkan sakit penyakit seberat apapun!" "Allah Bapa itu seperti Guru!" ujar seorang anak yang lain. "Dia selalu mengajarkan kita untuk melakukan yang baik dan benar." "Allah Bapa itu seperti Hakim!" ujar seorang anak yang papanya adalah hakim dengan bangga,"Ia adil dan memutuskan segala perkara di bumi." "Menurut aku Allah Bapa itu seperti Arsitek. Dia membangun rumah yang indah untuk kita di surga!" ujar seorang anak tidak mau kalah. "Allah Bapa itu Raja! Paling tinggi di antara yang lain!" "Allah Bapa itu pokoknya kaya sekali deh! Apa saja yang kita minta Dia punya!" ujar seorang anak konglomerat.
Guru tsb tersenyum ketika satu demi satu anak memperkenalkan image Allah Bapa dengan semangat. Tetapi ada satu anak yang sedari tadi diam saja dan nampak risih mendengar jawaban anak2 lain. "Eddy, menurut kamu siapa Allah Bapa itu?" ujar ibu guru dengan lembut. Ia tahu anak ini tidak seberuntung anak2 yang lain dalam hal ekonomi, dan cenderung lebih tertutup.

Eddy hampir2 tidak mengangkat mukanya, dan suaranya begitu pelan waktu menjawab,"Ayah saya seorang pemulung... jadi saya pikir... Allah Bapa itu Seorang Pemulung Ulung." Ibu guru terkejut bukan main, dan anak-anak lain

mulai protes mendengar Allah Bapa disamakan dengan pemulung. Eddy mulai ketakutan. "Eddy,"ujar ibu guru lagi. "Mengapa kamu samakan Allah Bapa dengan pemulung?"
Untuk pertama kalinya Eddy mengangkat wajahnya dan menatap ke sekeliling sebelum akhirnya menjawab,"Karena Ia memungut sampah yang tidak berguna seperti Eddy dan menjadikan Eddy manusia baru, Ia menjadikan Eddy anakNya."
Memang bukankah Dia adalah Pemulung Ulung? Dia memungut sampah-sampah seperti saudara dan saya, menjadikan kita anak-anakNya, hidup baru bersama Dia, dan bahkan menjadikan kita pewaris kerajaan Allah.
Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."


Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu sendiri melainkan pemberian Allah.

Our God is able! "Not by power, not by might, but by My Spirits, says the LORD" (Zach 4:6).

(www.pondokrenungan.com)

A LETTER FROM GOD


Saat kau bangun di pagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atas sesuatu hal indah yang terjadi dalam hidupmu kemarin. Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi sekolah. Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk. Di suatu tempat engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa melakukan apapun, engkau membayangkan temanmu, pacarmu, dan kejadian menyenangkan yang membuat engkau tersenyum. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berfikir engkau ingin berbicara kepadKu, tetapi engkau berjalan kearah handphone dan meng-sms seorang teman untuk sesuatu hal.

Aku melihatmu ketika engkau pergi sekolah dan menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berfikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu. Sebelum makan siang, Aku melihatmu memandang sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja disekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lemah lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya. Tidak apa-apa.

Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu. Meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan tapemu tanpa memikirkan apapun, hanya menikmati alunan musik yang keluar. Kembali Aku menanti dengan sabar saat kau mendengarkan musik sambil menikmati makanan, tetapi engkau kembali tidak berbicara kepadaKu.

Saat tidur, Kupikir engkau terlalu lelah. Setelah kau mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tak lama kemudian...tertidur. Tak apa-apa karena Kupikir engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir di dekatmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau syukur dari hatimu.

Baiklah....engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini engkau akan memberiKu sedikit waktu.

Semoga harimu menyenangkan

BAPAmu

“Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu”

Pengkhotbah 12 : 1 a