Sabtu, 05 Juni 2010

Komponen dasar Knowledge

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda mengenai knowledge. Dalam memahami dan menyelesaikan suatu permasalahan, masing-masing orang menyikapinya dengan cara-cara atau pun terminologi yang berbeda pula. Untuk memulainya dapat dilakukan dengan menggambarkan dan membedakan antara simbol, data, informasi dan knowledge.

Simbol merupakan tanda atau karakter baik berupa angka atau tanda baca lain. Simbol-simbol ini apabila disatukan dapat menjadi sebuah data, tetapi data- data ini belum dapat dipahami dengan baik oleh pengguna. Kumpulan dari beberapa data apabila disusun dan saling terkait dapat menjadi sebuah informasi yang dapat dipahami. Kemudian beberapa informasi tersebut apabila digabungkan dengan informasi lain yang saling terkait, dapat dijadikan suatu knowledge yang dapat pula dijadikan suatu sumber untuk kebutuhan strategis bagi perusahaan. Dengan adanya beberapa hal ini, maka sebuah knowledge dapat dibangun dengan baik. Sehingga dengan demikian, knowledge tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan strategis perusahaan.

Seorang manajer knowledge hanya dapat mengembangkan sebuah pendekatan yang terintegrasi jika mereka dapat mengidentifikasikan masing-masing yaitu data, informasi, dan knowledge. Disamping itu mereka juga perlu saling menghubungkan diantara ketiganya. Apabila mengalami kegagalan dalam menghubungkan ketiganya akan berpengaruh kepada kelangsungan proses bisnis yang ada dalam perusahaan. Departemen teknologi informasi sealu bertanggung jawab hanya pada sisi strukturisasi serta pemeliharaan data dan informasi. Staff training bertugas untuk melatih kemampuan serta keahlian masing-masing individu dan departemen penelitian dan pengembangan bertanggung jawab pada inovasi produk. Pemisahan fungsi seperti ini akan berdampak pada buruknya koordinasi diantara masing-masing area.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar